Friday, October 31, 2014 0 comments
Wednesday, October 29, 2014 0 comments

Alhamdulillah

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Pagi ini , aku bangun teriring syukur
Alhamdulillah
Pagi ini , aku melangkahkan kaki seiring azan
Alhamdulillah
Ku mampu menyapa anak ku dengan kasih
Alhamdulillah
Ku kecup kening permaisuriku dengan cinta

Monday, October 27, 2014 0 comments

Bidadariku

Bidadari
Bidadariku ...
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak tampak
Dalam lakon kehidupanku

Bidadariku ...
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku 
0 comments

Teman setiaku

malu karena Allah
Tiada yang tercela dari dirimu
Kau lah yang memberiku pandangan baik
Kau lah yang melindungiku dari segala sifat buruk ku
Kau lah teman "setiaku"

Kala diriku sepi dengan kegelapan
Sedang jiwa ini condong tuk berbuat nista
Maka , kau lah yang memberiku kehormatan
Kau lah teman "setiaku" 

Wednesday, October 22, 2014 0 comments

Surat untuk Istriku

surat untuk istriku
Aku melihat pagi tanpa embun 
Gemericik air diladang seolah sunyi 
Benarkah aku dalam sadar ?
Kenapa dengan duniaku ?

Rupanya engkau ada disana
Bersolek dengan segudang ambisimu
Menajamkan mata keangkuhan 
Sungguh yang kulihat adalah sosok kenaifan 



Tuesday, October 21, 2014 0 comments

Dera

dera
Adakalanya surya itu redup
Menyisakan sinar suram ditengah pekatnya awan 
Adakalanya Rembulan itu tak tampak
Disembunyikan bersama gumpalan mega berarak

Adakalanya diriku merangkak terseret seret
Meninggalkan luka bernanah tak terobati 
Adakalanya dirimu bercucuran air mata keluh kesah
Mengabarkan akan luka menganga didalam hati 

Sunday, October 19, 2014 0 comments

Jenuh

Jenuh - Puisi Islami Terbaik
Jenuh ...
Kemarin biru 
Hari ini merah
Esok hijau
Lusa aku pun mendua
Hari-hari tampak sama di mataku

Jenuh ... 
Ia yang kemarin marah 
Hari inipun marah kepadaku
Ia yang kemarin benci 
Hari inipun benci kepadaku 
Ia , kemarin dan hari ini sama dimataku

 
;